email : denny_uai@yahoo.com
Renungan hari ini...
""Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai dari pada mukmin yang lemah. Tapi pada keduanya tetap ada kebaikan. Tetaplah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat untukmu. Dan mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah. Bila sesuatu yang tidak baik menimpamu, janganlah berkata, "Seandainya aku kemarin melakukan ini dan itu, tentu akan ...." Tapi katakanlah, "Ini semua adalah ketentuan Allah. Dan apapun yang Allah kehendaki, Dia pasti melakukan-Nya." Sesunguhnya berkata, "Seandainya begini..." membuka pekerjaan syetan.." (HR Muslim)

My Friend,Our Friend: :
Diki's Blog
Sistha's Blog
Rafi's Blog
Rahmatia's Blog
yudith's Blog
Fachrie'sWeb
Kampusku
Belajar Tentang Blog
DesyA
Ratna
Tamie
Reza
Wawan
Ide
Salihamidzic
ManHer
Sumber Inspirasi
Pusat Konsultasi Syariah
Sejarah Hidup Muhammad (Haekal)
Ilmu Komputer
Grafik Komputer
Materi Kuliah Fasilkom UI
materi UGM
Prophet Muhammed
Al-Maksurat
Conversi Tahun Hijriah
Cek Halal
MyQuran
Mifta
Gema Nusa
PesantrenOnline
Manarul Ilmi Online
Rohis Trisakti
Begawan Marketing
KTPDI Isnet
BookStore
Rumah Beasiswa
Sabili
Blog Buku
Radio Muslim Online
Radio IMSA
Radio Tarbiyah (Jepang)
QommunityRadio (Jerman)
Anggota dari : :

Sponsor Hit Counter:
Jessica London
Terima kasih, Anda pengunjung ke:

c) Hak cipta pada Al-Khalik ALLAH SWT
. Semua materi termasuk informasi dan source-code dalam situs ini
dapat diambil, dikembangkan, dan diperbanyak
tanpa sepengetahuan penulis.
Segala ilmu pengetahuan dan kekayaan intelektual
adalah milik ALLAH semata
dan tidak untuk diperjualbelikan!
Contact Me
|
 |
Tuesday, March 28, 2006
"Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat".
Mungkin banyak orang bilang bahwa pepatah ini nggak sepenuhnya benar, buktinya siapa yang mengatakan jiwa orang-orang kurang waras yang berkeliaran di sudut-sudut kota dan berbadan segar bugar itu sehat walafiat? Namun pepatah ini juga nggak sepenuhnya salah, karena ternyata tubuh yang sehat itu dapat menjadi salah satu faktor untuk pengendalian diri dan pertahanan diri. Dalam hal ini olah tubuh/olahraga secara rutin bisa menjadi modal untuk tampil cool, calm, and confident. Salah seorang teman pernah bertutur bahwa katanya dia bisa menebak seseorang itu suka olahraga atau tidak hanya dengan memancing emosinya. Jika dengan pancingan sedikit saja dia bereaksi keras (dalam artian "emosi-an") maka bisa dipastikan ia jarang olahraga. Dia juga berargumentasi bahwa orang yang suka olahraga aliran darahnya lancar dan jantungnya stabil, so..nggak mudah terpancing emosinya Dalam kesempatan lain, ketika Saya masih menekuni dan menjadi anggota aktif salah satu olahraga beladiri, Saya bisa menyimpulkan bahwa rata-rata sebagian besar senior yang sudah memegang sabuk tingkat tinggi, sudah berlatih lebih lama dan keras dapat lebih mengontrol emosinya baik ketika bertarung di arena maupun di jalanan. Mereka bilang udah tau sakitnya dipukul, ditendang, dibanting, dll dalam latihan, makanya mikir dua kali buat mukul orang, nendang orang, bla..bla..Tapi kalo emang ada yang coba-coba ngebangunin macan dari tidurnya sih apa boleh buat ;-) Saya sendiri merasakan, semakin lama menekuni jurus-jurus pertahanan diri dalam kerasnya latihan, semakin mudah untuk mengontrol diri agar tidak terpancing untuk terlibat dalam perkelahian yang terkadang disebabkan oleh hal sepele. Malah seorang rekan pernah berkata bahwa motivasi awalnya dulu berlatih beladiri adalah untuk membalas dendam karena pernah dikeroyok oleh sekelompok orang yang memalaknya. Namun semakin lama dia berlatih dan memiliki kemampuan, keinginan itu malah mereda dengan sendirinya. "Saya malah jadi kasihan melihat mereka" itu yang terucap ketika dia ditanyakan motivasinya sekarang. Salah seorang sparring partner lain lagi, dia bilang nggak mau naik tingkat dan ikut ujian penyabukan dulu, "abis rata- rata semakin tinggi sabuk dan skillnya jadi semakin alim sih", sementara dia masih doyan banget berkelahi J katanya sambil berguyon. Yeah begitulah faktanya…oleh karena itu Saya terkadang suka mesem sendiri kalo liat orang yang berlagak jagoan bak preman, apalagi dengan postur tubuh yang nggak ngedukung (kalo nggak dikatakan kurus kering) plus tato disana-sini dan mabok segala lagi. Semakin membuka kartu mereka sendiri yaitu MODAL NEKAT DOANK. Hmm…tulisan ini emang bukan tulisan ilmiah dan masih harus diteliti lagi dari sisi penelitian. Tapi rasanya…. Saya bisa menebak Anda termasuk orang yang suka olahraga atau bukan! 
Teriring salam ‘tuk teman-temanku di Satlat AA Boxer Cisaat, selamat ya sekarang kalian udah pada jadi pelatih. Tunggu aja I will come back dan kita akan sparring lagi !
Posted at 01:49 pm by dennylink
Monday, March 27, 2006
Semua hal di dunia ini
memang nggak ada yang abadi, semuanya tumbuh berkembang, dan berubah menuju
kesempurnaan. Nggak ada yang nggak berubah di alam yang fana ini, satu-satunya
yang nggak berubah adalah perubahan itu sendiri. Perubahan selalu membutuhkan
pengorbanan, bahwa ada hal-hal yang biasa kita lakukan dalam zona nyaman yang
harus ditinggalkan karena tuntutan perubahan yang berisikan tantangan.
Perubahan terjadi kapan
pun dimanapun, termasuk di kostanku beberapa pekan ini. Suasana kebersamaan
yang selalu diiringi guyonan segar dan komentar-komentar lucu yang menjadi
penyegar suasana akhir-akhir ini sangatlah jarang terdengar lagi. Kesibukkan
yang luar biasa dari para penghuninya dalam peranan sebagai mahasiswa tingkat
akhir, menuntut waktu serta tenaga yang tidak sedikit guna mempersiapkan
kelulusan yang gemilang serta berbenah diri untuk bergegas meninggalkan zona
nyaman dunia perkuliahan menyongsong dunia profesi yang masih belum jelas
kepastiannya dan belum dapat dipastikan kejelasannya.
Suasana kebersamaan dalam
berfastabiqulkhairat tiba lebih dulu
di masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, kebersamaan bangun dini hari
untuk melaksanakan sahur shaum sunat, kebersamaan menanti jamuan berbuka puasa
sunat, berdiskusi tentang isu-isu yang hangat terkini, dan semua kebersamaan
lainnya terkadang harus rela ditinggalkan untuk menjalani tantangan perubahan.
Bahkan waktu untuk bertemu pun hanya dapat diisi dengan sekedar menanyakan
kabar singkat. Intensitas sarat kegiatan di luar menjadikan kostan hanya
sekedar tempat singgah ‘tuk melepas lelah. Pulang larut malam, dan harus
bergegas pergi lagi keesokkan pagi untuk menyelesaikan amanah yang diemban.
Kita berdoa agar kesibukan
yang luar biasa itu jangan sampai melalaikan kita akan keseimbangan ruhiyah,
jasadiah, serta kebiasaan baik yang telah terbiasa dilakukan. Shalat sunah yang
mengiringi shalat wajib, shaum sunah, dzikir pagi dan petang, tilawah, serta
semua kebiasaan baik lainnya jangan sampai tertinggalkan, karena semua itu
dapat menjaga kita untuk terus berpegang pada pertolonganNya. Meskipun jasad
jarang bersua namun Allah Swt akan selalu mempertautkan hati melalui doa-doa
yang kita panjatkan dalam amalan-amalan taqarrub
kita.
Di zaman modernisme ini
memang sarat akan godaan yang dapat melalaikan kita akan visi, misi, serta
tujuan hidup awal. Terlebih hidup di kota besar dengan segala heterogenitasnya,
gemerlapnya, dan kesenjangannya yang teramat lebar. Ada baiknya meluangkan
waktu sejenak untuk rehat menyusuri tiap langkah yang telah kita susuri.
Sejenak rehat di sepertiga
malam, membayangkan kehidupan kita sebelumnya, kehidupan di zona nyaman dan
tenang. Setenteram suasana pedesaan dan kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk
kesibukkan kehidupan kota besar. Kehidupan yang bersahaja, suasana mushola yang
ramai, suasana persaudaraan dan persaudaraan yang didasari dengan ketulusan.
Semoga kita semua dapat
lebih bersemangat untuk menapaki kehidupan masa mendatang dengan mengingat
tantangan yang telah berhasil kita tapaki dulu. Bukan untuk kembali kemasa
lalu, karena itu artinya kemunduran. Namun untuk sekedar menjaga agar visi,
misi, serta tujuan hidup kita tetap terarah dalam tracknya. Love you ...
Posted at 01:22 pm by dennylink
Monday, February 27, 2006
Engkau mengenalnya..
Insan yang utama…
Lelaki pilihan..
Menjadi utusan..
Ia menunjukkan..
Jalan kebenaran….
Selalu ada semangat baru ketika mengkaji sirah kehidupannya, semacam suatu charging di sela-sela menjalani misi hidup yang luar biasa tantangannya. Pikiran melayang sejenak pada zaman itu... Ketika masih hidup seorang lelaki yang jujur, cerdas, amanah, serta teguh akan misinya dalam menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Tak pernah berkeluh kesah dan senantiasa tersenyum santun, tak pernah menyimpan rasa dendam sedikitpun meski t’lah disakiti oleh orang-orang yang jahil. Dalam hatinya terpancar ketulusan serta sumber maaf demi keselamatan umat yang sangat dicintainya.
Pada saat sosok yang memiliki visi yang tajam tersebut ditawari pilihan oleh orang-orang yang merasa terancam akan aktivitas pencerahan yang dilakukannya. Sebuah pilihan yang berat sekaligus berpotensi memperosokkan sedalam-dalamnya bagi orang yang tak kuat iman.
Para pembesar Quraisy yang telah lama resah dengan sepak terjang lelaki yang bergelar al-amin ini akhirnya mengeluarkan jurus terakhirnya...menunjuk para diplomat ulungnya untuk melakukan negosiasi dengan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam...
“Hai Muhammad, apa sebenarnya yang kau inginkan? apakah kau menginginkan jabatan serta kekuasaan, sehingga engkau berani menentang kepercayaan yang telah turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang kita? Kalau memang itu yang kau inginkan maka kami seluruh bangsa Quraisy akan mengangkatmu sebagai pemimpin kami, dimana tak ada suatu perkara apapun yang kami putuskan tanpa melalui persetujuanmu. Asalkan setelah itu kau hentikan aktivitas dakwahmu itu.....
atau kau menginginkan harta yang banyak? Jika harta yang kau inginkan, maka kami akan mengumpulkan semua tanah, rumah, kuda, unta, emas, perak, dan semua harta orang-orang kaya diantara kami dan kami berikan semuanya padamu....
atau kau menginginkan wanita-wanita cantik? Jika wanita yang kau inginkan, maka kami akan mengumpulkan gadis-gadis cantik di seluruh jazirah arab, dan akan kami pilih semua yang tercantik lalu kami berikan padamu untuk kau persunting (mungkin kalo zaman sekarang para bangsawan Quraisy itu akan bikin pemilihan Miss Universe kali ya ).....atau kau menginginkan semua hal yang telah kami tawarkan itu?? Jika Ya, kami akan memberikan semuanya padamu, dengan syarat kau menghentikan aktivitas dakwah yang meresahkan kami para pembesar arab....
..atau...Kau ingin kami obati dengan gratis ke Tabib yang paling ahli di jazirah Arab ini? Karena kami anggap ada yang nggak beres dengan pikiranmu sehingga kamu berani melawan kami para penguasa Quraisy, serta berani menggugat kepercayaan turun temurun kita.
Namun...sosok lelaki ini sama sekali tidak bergeming dengan seluruh tawaran duniawi yang menggoda itu.....semua tawaran itu sangatlah kecil dimata Rasulullah Saw Dan akhirnya para bangsawan Quraisy itu mengancam kepada paman Rasulullah bahwa mereka tidak menjamin keselamatan Rasul kita yang tercinta ini jika masih tidak menerima tawaran itu. Ketika Paman beliau menyampaikan hal ini, kita t’lah mendengar jawabannya yang terkenal. Ucapan yang keluar dari hati yang telah dipenuhi keyakinan akan pertolonganNya dan sekaligus menggentarkan hati-hati musuh yang mendengarnya. Ucapan yang dapat menjadi teladan bagi umatnya dalam menjalani kehidupan yang sarat akan godaan ini.
“Seandainya mereka meletakkan Matahari di tangan Kananku, dan Bulan di tangan Kiriku agar aku berhenti dari tugas ini, Aku tetap tidak akan berhenti melaksanakan Misi ini“
Suatu pelajaran nan mulia dari sepenggal episode kehidupannya. Takkan kering tinta dituliskan tuk mengabadikan teladan yang telah ditinggalkannya. Takkan berkurang kemuliaannya meski t’lah dihujat oleh musuh-musuh Islam yang senantiasa iri melihat umat meneladaninya. Apalagi cuma sekedar digambarkan dalam bentuk karikatur oleh orang-orang bodoh yang tidak berpengetahuan . Semoga mereka mau mempelajari lagi sejarah dengan benar. Seharusnya mereka melihat dan membaca kemuliaan akhlaknya yang menganggap kecil semua godaan dunia dan seisinya, Yeah...setidaknya mereka-mereka itu sudi untuk sekedar membaca tulisan ini, dengan catatan : Mereka Harus Ngerti Bahasa Indonesia ! 
Dan MP3 The Way of Lovenya Haddad Alwi pun masih terus mengiringi tulisan ini……..
Baik Hatinya..
Santun Perangainya…
Jujur Katanya..
Kita Menyayangnya…
Ia Teladan Bagi Kita Semua
Sebagai Karunia yang diberikan Allah bagi Semua
Muhammad namanya….
Ikuti jalanNya..
Posted at 09:08 am by dennylink
|